Minggu, 04 November 2012

Macam-Macam Tanda Baca Beserta Fungsinya


Tanda baca
adalah tanda-tanda yang dipakai didalam sistem ejaan. Tanda baca adalah salah satu dari sekian jenis Ortografi. Tanda baca banyak sekali jenis dan tipenya yang masing-masing mempunyai fungsi yang tidak sama. Fungsi tanda baca secara umum adalah untuk menjaga keefektifan komunikasi. Setiap tanda baca mempunyai aturan penggunaan dan fungsinya sendiri yang tidak dapat diganggu gugat. Penggunaan yang salah akan menyebabkan kericuhan dan mengganggu kelancaran komunikasi.
 
·        Tanda baca ialah simbol atau tanda yang digunakan untuk memberri isyarat kepada pembaca supaya melakukan sesuatu dalam bacaan.
·         Ia diletakkan di temapt-tempat tertentu dalam ayat berdasarkan tujuan dan kesesuaiannya.
  1.    Tanda baca utama ialah :
  2.    Tanda Noktah atau titik   ( . )
  3.    Tanda koma                 ( , )
  4.    Tanda tanya atau soal   ( ? )
  5.     Tanda seruan                ( ! )
  6.    Tanda sempang atau sengkang  ( - )
  7.   Tanda noktah bertindih             ( : )
  8.   Tanda pengikat kata atau petik  ( “        “ )
  1. Tanda titik (.)
Fungsi dan pemakaian tanda titik:
- Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
- Pada akhir singkatan nama orang.
- Diletakan pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.
- Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.
- Dibelakang angka tau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar, dll.

Contoh:
- Kami dan kawan-kawan berencana berwisata ke pantai.
- Pembicara seminar agama kali ini adalah KH.ahmad dahlan, S.H., M.H.

  1. Tanda Koma (,)
Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
- Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang.
- Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
- Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam kalimat, dll.

Contoh:
- Di dalam keramaian, aku masih merasa sepi.
- Hari ini saya menonton film Harry Potter, Avatar, dan The Avengers.
  1. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.

Contoh:
- Bersihkan lantai itu sekarang!
- Sudah saya tekankan bahwa saya tidak bohong!
  1. Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
- Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara.
- Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

Contoh:
- Deadline semakin dekat; tugas belum kelar juga.

  1. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut:
- Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
- Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
- Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
- Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman. antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.

Contoh:
-Hal-hal yang harus disiapkan untuk berkemah antara lain: tenda, tas, jaket, obat-obatan, dan makanan.
  1. Tanda Hubung (-)
- Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
- Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
- Menyambung unsur-unsur kata ulang.
- Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

Contoh:
- Laba-laba itu besar sekali.
- Jakarta merupakan kota terpadat se-Indonesia.
  1. Tanda Elipsis (...)
Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal seperti berikut:
- Mengambarkan kalimat yang terputus-putus.
- Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan.

Contoh:
- Ehm... sebenarnya saya... suka sama kamu.
  1. Tanda Tanya (?)
Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir kalimat tanya. Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh:
Siapakah dalang dibalik kasus korupsi pengadaan simulator SIM?
  1. Tanda Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut:
- Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
- Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.
- Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan.

Contoh:
- Lokasi kampus UI (Universitas Indonesia) berada di kota Depok.
  1. Tanda Kurung Siku ( [..] )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.
Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Contoh:
-Pembahasan lebih lanjut tentang proses pembuatan program java, bisa dilihat di bab java [lihat halaman 70].
  1. Tanda Petik ("...")
Fungsi tanda petik adalah:
- Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain.
- Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat.
- Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.

Contoh:
- Novel fenomenal "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata, telah diterbitkan dalam 10 bahasa di seluruh dunia.
  1. Tanda Petik Tunggal ('..')
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi:
- Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
- Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Contoh:
- Sang ibu menanggung malu akibat 'kecelakaan' yang dialami anak perempuannya.
  1. Tanda Garis Miring (/)
Fungsi tanda garis miring antara lain:
Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat.
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat.

Contoh:
- KTP ini berlaku sampai tanggal 12/09/2013.
  1. Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.

Contoh:
- Masa kejayaan grup band itu terjadi di tahun '90-an.

Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman